Virus Korona Juga Ancam Peternak Lobster, Penjualan Disetop

, Jurnalis
Kamis 30 Januari 2020 15:46 WIB
Lobster (Reuters)
Share :

JAKARTA - China adalah pangsa pasar utama lobster Australia dengan penjualan yang meningkat saat pekan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun karena mewabahnya virus corona di China, Australia menghentikan ekspor lobster.

Penjualan lobster dihentikan ke China karena keputusan Pemerintah China untuk menutup dan melarang berpergian di sejumlah kawasan di China, untuk mencegah penyebaran virus corona.

 Baca juga: Menteri Edhy Ingin Akuikansi Berani Kritik KKP

Mengutip ABC.net, Jakarta, Kamis (30/1/2020), salah satu dampak dari penghentian ekspor dirasakan para pekerja di peternakan lobster, seperti yang dialami Ayu Nuraida, salah satu peserta program Work and Holiday Visa (WHV).

Ia memutuskan berhenti untuk tidak lagi bekerja di salah satu peternakan lobster di Tasmania. "Sebuah keputusan yang tepat, karena setelah saya keluar, empat teman pekerja lainnya keluar," ujar Ayu.

 Baca juga: Menteri Edhy Tunjuk 22 Pejabat Baru di KKP

"Peternakan kami mengalami kerugian, karena biasanya menjelang Imlek penjualannya ramai," tambahnya.

Ayu mengatakan menjelang Imlek biasanya peternak sudah menyiapkan pasokan hingga "berton-ton" dan "menalangi" agar siap jual.

"Tapi tahun ini mereka malah merugi, sekarang mereka malah berusaha dijual langsung ke pembeli lokal, seperti di dermaga," jelas Ayu yang berasal dari Yogya.

 Baca juga: KKP Bebaskan 15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia

Saat bekerja di peternakan lobster, ia mendapat tugas untuk 'grading' atau mengklasifikasi sesuai kualitas dan pengemasan, dengan bayaran USD24 atau lebih dari Rp 220 ribu per jam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya