"Dengan surplus daya yang saat ini mencapai 627 mw, menunjukkan bahwa suplai daya listrik bukan menjadi masalah lagi untuk pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," ungkap dia.
Sedangkan Chief Executive Officer (CEO) PT SILO, Effendy Tios mengatakan dengan menggunakan listrik dari PLN, pihaknya dapat menghemat cukup signifikan. Jika dengan pembangkit sendiri yang menggunakan solar memakan biaya Rp 3.000 per kWh, listrik PLN hanya Rp1.200 per kWh.
"Kalau di listrik kita simpel saja, pakai istilahnya pakai kWh. Kalau pakai solar Rp 3.000 per kWh. kalau pakai PLN Rp 1.200," kata dia.
(Fakhri Rezy)