Pembicaraan Anggaran Uni Eropa Dibayangi Konflik Kepentingan, Ada Apa?

, Jurnalis
Jum'at 21 Februari 2020 13:48 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

JAKARTA - Ketika para pemimpin Uni Eropa membahas anggaran 1 triliun euro (senilai USD1,1 triliun) pada Kamis 20 Februari 2020, sejumlah anggota parlemen prihatin dengan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan terhadap dana bernilai ratusan juta euro yang dibagikan kepada sejumlah perusahaan yang dimiliki orang-orang yang memutuskan alokasi dana tersebut .

Salah satu kasus yang menyolok terkait dengan Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis. Bocoran hasil audit terhadap Uni Eropa tahun lalu menyimpulkan miliarder populis itu punya konflik kepentingan dengan beberapa subsidi Uni Eropa yang melibatkan kelompok grup bisnis yang pernah dimilikinya. Demikian seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga: Inggris Tolak Pengawasan Perdagangan Pasca-Brexit oleh Uni Eropa

Menurut beberapa laporan audit itu melibatkan subsidi bernilai lebih dari 100 juta euro. Babis membantah melakukan kesalahan dan menuduh Uni Eropa berupaya mengacaukan Republik Ceko.

Namun kekhawatiran Uni Eropa itu tidak hanya terbatas pada Republik Ceko. Kepentingan bisnis sejumlah pemimpin di Hungaria, Bulgaria, Rumania, dan negara anggota lainnya juga menjadi perhatian di Brussels, di mana Uni Eropa kekurangan mekanisme dan hukum untuk memerangi masalah itu secara efektif.

Baca Juga: Uni Eropa Waspadai Dampak Virus Korona Terhadap Ekonomi

Tuduhan-tuduhan terkait penipuan itu berpotensi menggerogoti kepercayaan publik terhadap proyek Eropa pada saat beberapa partai sayap kanan dan anti-imigran meraih kekuasaan. Juga saat salah satu negara anggota Uni Eropa terbesar, Inggris, meninggalkan blok itu.

Pertanyaan yang mendasar adalah bagaimana mencegah mereka yang memutuskan seberapa besar uang pembayar pajak dialokasikan untuk subsidi pertanian, proyek infrastruktur atau bantuan pembangunan daerah, menyalurkan dana tunai itu ke sejumlah bisnis mereka sendiri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya