28 Komoditi Unggulan Sumut Diekspor ke 28 Negara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 21 Februari 2020 13:20 WIB
Mentan Syahrul Limpo (Foto: Okezone.com)
Share :

MEDAN - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor sebanyak 28 produk komoditas pertanian unggulan Sumatera Utara. Total nilai komoditi itu mencapai Rp79,6 miliar.

Produk pertanian tersebut dikirim melalui tiga kantor karantina pertanian di Sumatra Utara (Sumut), yakni Belawan, Kualanamu, dan Tanjungbalai, Kamis (20/2/2020) kemarin.

 Baca juga: Ekspor Salak Tembus Pasar Jerman hingga Inggris

Tujuan pengiriman produk tersebut adalah ke 28 negara tujuan. Ini menjadi bagian dari hasil program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang dijalankan Kementrian Pertanian.

"Hari ini kita melepas ekspor untuk mengatakan bahwa seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk komoditas ekspor pertanian," ujarnya.

 Baca juga: Produk AC Diekspor ke Nigeria, Industri Elektronik Tembus Pasar Nontradisional

Menurut Mentan, ini menjadi indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah sesuai dengan arahan. Yakni pertanian yang berorientasi ekspor. Terlebih, banyak sekali komoditas pertanian Indonesia yang sangat diminati pasar dunia. Termasuk komoditi pertanian dari Sumut,

"Produk kita sangat diminati karena sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki berbagai komoditas pertanian yang berbeda atau tidak dimiliki negara lain. Seperti kopi, itu sangat diminati. Saya yakin provinsi ini akan mampu menjadi lokomotif ekspor pertanian Indonesia,"pungkasnya.

Untuk mendorong ekspor, lanjut Mentan, pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah, akan membantu memudahkan kegiatan usaha para eksportir.

 Baca juga: Potensi Ekspor Alpukat Jumbo asal Malang

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan jika pertumbuhan kinerja ekspor komoditi pertanian Indonesia, harus bisa meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Ia sangat optimistis target itu bisa direalisasikan. Pasalnya dari tahun 2018 sampai 2019 saja peningkatan ekspor komoditas pertanian terus meningkat. Seperti dari Sumut yang peningkatannya mencapai hampir 25 persen.

"Tercatat tahun 2018 ekspor komoditas pertanian dari Sumut senilai Rp26,6 triliun. Lalu pada 2019, nilainya mencapai Rp32,2 triliun. Ini harus terus ditingkatkan,"tukasnya.

Hal senada dikatakan, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Ali Jamil. Ia mengungkapkan, selain dari Sumatera Utara, komoditi pertanian dari sejumlah daerah lainnya di Sumatera juga sangat potensial. Saat ini sejumlah daerah itu juga sudah melakukan kegiatan ekspor melalui Sumatera Utara.

"Ada juga yang berasal dari Sumatra Barat dan Riau. Misalnya komoditas pisang. Namun produk-produk tersebut diekspor melalui Sumut," tutur Ali.

Sesuai peran sebagai otoritas karantina, pihaknya memastikan seluruh produk pertanian yang diekspor dalam kondisi sehat, aman, dan memiliki daya saing di pasar global.

Oleh karena itu, sebagai fasilitator perdagangan, Ali menyebutkan pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures.

Selain memperkuat sistem penyelenggaraan perkarantinaan, pihaknya juga menyiapkan terobosan dan inovasi layanan ekspor, yaitu penggunaan teknologi informasi dan penguatan sinergisitas serta diplomasi pertanian.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina mengatakan ragam komoditas yang siap diberangkatkan terdiri atas sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan, dan kehutanan.

"Komoditas terbesar berupa biji kopi sebanyak 290,7 ton senilai Rp97,3 miliar yang dikirim ke sembilan negara, antara lain Jerman, Amerika, Kanada, Singapura, dan Korea Selatan," tandas Sabrina.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya