Baca juga: Protes ke Bos, Teknisi Twitter Nekat Posting Masalah dan Hapus Aplikasi
Eksekutif Twitter mengatakan pihaknya sedang berusaha lebih baik dalam menargetkan iklan yang relevan dengan pengguna sembari menindak tegas perilaku kasar di platform media sosial berlambang burung itu.
"Melalui kombinasi pembelajaran mesin dan investasi AI yang signifikan, tweet semakin menemukan pengguna Twitter, (lebih mudah) dibandingkan pengguna yang harus melakukan pekerjaan men-scroll atau melakukan pencarian tanpa akhir," tulis seorang analis LightShed Partners, Richard Greenfield dalam sebuah laporan.
Greenfield juga menyebut Twitter sebagai saham prospektif yang memiliki target harga USD45 yang mana 20% di atas harga saat ini. Hal serupa juga dilakukan analis Pivotal Research Group Michael Levine, ia menaikkan target harga saham Twitter menjadi USD44,5 per lembar sahamnya setelah melihat pendapatan terbaru platform media sosial tersebut.
(Fakhri Rezy)