Bertemu Asosiasi Bisnis India, Cara Mendag Kejar Target Perdagangan USD50 Miliar

Irene, Jurnalis
Senin 24 Februari 2020 14:31 WIB
Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)
Share :

JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri India (Confederationof India Industry/CII) merupakan salah satu upaya mencapai target perdagangan yang ditetapkan kedua Pemimpin Negara sebesar USD50 miliar pada 2025. Hal itu ditekankan Mendag Agus usai bertemu dengan perwakilan CII.

“Pertemuan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha di India guna mendorong ekspor produk Indonesia ke India. Bagi kami, India adalah salah satu mitra dagang terbesar dan sangat penting,” kata Mendag Agus dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).

 Baca Juga: IA-CEPA Berpotensi Tingkatkan Ekspor Tekstil hingga Furnitur ke Australia

Pada pertemuan tersebut, Mendag Agus mengungkapkan masih banyak peluang kerja sama dan bisnis yang dapat dikembangkan di sektor konstruksi dan energi. “Indonesia saat ini menempatkan infrastruktur dan pengembangan energi alternatif sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, kami menjajaki peluang kerja sama di sektor konstruksi dan energi dengan CII,” ujar Mendag.

Selain itu, Mendag juga menyebutkan adanya peluang kerjasama di sektor energi yaitu konversi batu bara ke gas untuk bahan bakar pembangkit listrik. Mendag menjelaskan, Indonesia memiliki pasar yang potensial. Sehingga kerja sama di sektor lain pun semakin terbuka. Kerja sama kedua negara semakin terbuka lebar karena regulasi di Indonesia saat ini semakin memberikan kemudahan guna mendorong peningkatan ekspor. Pihak CII menyebutkan beberapa peluang kerja sama lain yang dapat dijajaki kedua negara antara lain pertambangan, mobil listrik, pertanian, kesehatan, dan farmasi.

Baca Juga: Presiden Jokowi: IA-CEPA Bawa Keuntungan bagi Rakyat Indonesia dan Australia

Sebelumnya, Mendag Agus bertemu dengan Asosiasi Produsen Minyak Nabati India (India Vegetable Oil Producers Association/IVPA)di tempat yang sama. IVPA adalah asosiasi khusus industri yang terdiri dari produsen Vanaspati, minyak sulingan, minyak nabati lainnya yang terhidrogenasi.

Pada kesempatan tersebut, Mendag menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan citra positif minyak sawit di India.“Saya ingin kita berkolaborasi untuk mengembangkan citra positif minyak sawit di India,”kata Mendag.Selain itu, Mendag juga mendorong anggota IVPA untuk mulai membeli produk hilir minyak sawit Indonesia sebagai isyarat untuk membuktikan keberlanjutan produk minyak sawit Indonesia.

Menyikapi kepentingan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, Mendag Agus mengundang para pengusaha India untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 di Indonesia yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. India merupakan negara tujuan ekspor ke-4 terbesar dan sumber impor produk bahan baku dan dan bahan penolong ke-9 bagi Indonesia. Total nilai perdagangan Indonesia-India pada 2019 tercatat sebesar USD16 miliar. Ekspor Indonesia ke India untuk periode yang sama tercatat sebesar USD11,78 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat sebesar USD4,29 miliar. Surplus untuk Indonesia tercatat sebesar USD7,48 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke India pada 2019 yaitu batubara, minyak kelapa sawit dan turunannya, produk baja, karet alam, serta asam lemak monokarboksilat industri. Sedangkan,beberapa produk impor utama Indonesia dari India adalah daging kerbau, hidrokarbon siklik, kacang tanah, pemanas air, dan kendaraan bermotor.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya