JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kerap memperkenalkan teknologi mortar busa hasil karya Badan Litbang Kementerian PUPR. Teknologi ini sebagai jawaban permasalahan infrastruktur di tanah lunak.
Melansir unggahan Instagram resmi Kementerian PUPR, Selasa (25/2/2020), mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen, dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak yang dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan).
Baca Juga: Seluruh Tanah di RI Ditargetkan Bersertifikat pada 2025
Penggunaan teknologi mortar busa dapat menjadi jawaban atas persoalan daya dukung tanah yang rendah yang disebabkan oleh permukaan tanah yang lunak. Oleh karenanya, tanah tak dapat menyokong struktur bangunan yang ada di atasnya dengan baik. Alhasil masih sering ditemukannya jalan amblas dan keretakan gedung.
Luas tanah lunak di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 20 juta hektare. Angka ini merupakan 10% dari luas total daratan di Indonesia.