JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan ekspor produk peternakan mencapai Rp10,90 triliun. Untuk mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), status kesehatan hewan menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor.
Melansir dari Instagram Kementan, Jumat (28/2/2020), Kementan mengembangkan dan memastikan update informasi mengenai jaminan kesehatan hewan, mutu, dan keamanan setiap produk yang akan diekspor. Kementan menargetkan ekspor peternakan sebesar Rp10,90 Triliun.
Baca Juga: AS Hapus Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, BKPM Bentuk Tim Analis
Pada 2020, target ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan terdiri dari 5 kelompok :
1. Kelompok hewan hidup sebesar 32.039 ton
2. Kelompok produk pangan segar dan olahan sebesar 159.036 ton
3. Kelompok obat hewan sebesar 895 ton
4. Kelompok produk nonpangan mencapai 98.410
5. Kelompok benih atau bibit ternak sebesar 193 ton
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka ekspor pada awal 2020 sebesar USD13,41 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 7,15% yang mencapai USD14,45 miliar.
Baca Juga: AS Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Kepala BKPM: Kita Cek Plus Minusnya
Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan 3,17%. Pada periode Januari 2019 lalu, ekspor USD13,93 miliar.
Kontribusi terbesar dari ekspor di Januari berasal dari sektor nonmigas dengan angka mencapai USD12,61 miliar atau menyumbang 93,99% . Sementara untuk ekspor migas hanya mencapai USD810 juta saja.
Adapun menurut sektornya, ekspor migas turun 28,73% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 34,73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara sektor pertanian juga mengalami penurunan sebesar 20,24% dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 4,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)