JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat penurunan harga referensi produk crude palm oil (CPO). Sedangkan harga referensi biji kakao mengalami kenaikan.
Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Maret 2020 sebesar USD786,63/MT. Harga ini mengalami penurunan sebesar USD53,06 atau 6,32% bila dibandingkan dengan periode Febuari 2020 yang sebesar USD839,69/MT.
Baca Juga: Ekspor CPO Februari Kena Bea Keluar USD18/Mt
Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.
“Saat ini harga referensi CPO berada pada level di atas USD 750/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD3/MT untuk periode Maret 2020,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, dalam keterangan Kemendag, Senin (2/3/2020).
Baca Juga: RI Geber Ekspor Minyak Sawit dan Batu Bara ke India
Bea keluar CPO untuk Maret 2020 tercantum pada Kolom 2 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017 sebesar USD3/MT. Nilai tersebut menurun dari BK CPO bulan sebelumnya yakni periode Januari 2020 yang sebesar USD18/MT.
Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Maret 2020 sebesar USD2.818,11/MT. Harga ini mengalami kenaikan sebesar 10,76% atau USD273,68 dari bulan sebelumnya yaitu sebesar USD2.544,43/MT.
Kenaikan ini kemudian berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada Maret 2020 menjadi USD2.523/MT. Adapun kenaikannya sebesar 11,8% atau USD267 dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD2.256/MT.