Divestasi Vale Tunggu Pasar Saham Stabil

Giri Hartomo, Jurnalis
Selasa 03 Maret 2020 20:42 WIB
Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Proses divestasi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk harus tertunda. Hal tersebut imbas dari wabah virus korona yang membuat pasar saham menjadi lesu.

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak mengatakan, pihaknya tidak ingin buru-buru merealisasikan rencana tersebut. Sebab saat ini, pasar saham sedang lesu bahkan trennya terus mengalami penurunan.

"Masih bahas di masing-masing internal. Fluktuasi harga saham di pasar juga lagi kayak gini kan. Fluktuasi harganya lagi anomali gini," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Setelah Freeport, Vale Indonesia Bersedia Divestasi Saham ke Pemerintah

Menurut Orias, jika terus dipaksakan dengan kondisi pasar saham yang lesu, akan ada dampak bagi kedua belah pihak. Bahkan bagi Inalum, harga beli bisa melambung tinggi dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Ya saya bisa salah kalau ketinggian. Mereka juga kalau kerendahan, dia juga enggak enak kalau kemurahan kan. Tapi kami belum bicara sampai situ. Itu perhitungan kami aja," jelasnya.

Orias menambahkan, pihaknya juga akan melakukan embahasan terlebih dahulu di internal perseroan. Pembahasan ini untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk merealisasikan divestasi saham Vale ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya