JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mencermati kondisi perekonomian di tengah wabah Covid-19 Untuk itu, BI menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik.
Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
Perkembangan Nilai Tukar 30 Maret - 2 April 2020
https://img.okezone.com/okz/500/library/images/2019/10/07/oyyitaw8n6k0s6xoelyt_13511.jpg
Pada akhir hari Kamis, 2 April 2020
1. Rupiah ditutup melemah di Rp16.470.
2. Yield SBN 10 tahun naik ke 8,00%.
3. DXY menguat ke level 100,18. DXY atau Indeks Dolar adalah index yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (Euro, Yen, Poundsterling, dolar Kanada, Krona Swedia dan Franc Swiss).
4. Yield UST (US Treasury Note) 10 tahun turun ke level 0,583%. UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah US dengan tenor 1-10 tahun.
Pada pagi hari Jumat, 3 April 2020:
1. Rupiah dibuka menguat di level di Rp16.450.
2. Yield SBN 10 tahun naik ke 8,08%.