JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membawa pengaruh terhadap industri baja dunia, termasuk Indonesia. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pun melakukan penyesuaian supaya produksi bisa terus terjaga.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, meski baru saja membawa produsen baja milik pemerintah kembali ke jalur neraca yang sehat sejak 2012, adanya pandemi virus corona kini menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Restrukturisasi, Krakatau Steel Bisa Kembali Berjaya?
Namun, dirinya juga meyakini bahwa tidak hanya industri baja Indonesia yang kena dampak merebaknya virus corona. Melainkan di negara pesaing, industri baja saat ini juga berkonstrasi.
“Semua berkontrasi khususnya untuk mengatasi virus tersebut agar roda perekonomian kembali berputar dan setelah itu semua akan berkonsentrasi kepada percepatan produksi di negara masing-masing,” ujar Silmy dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).
Baca Juga: Soal Bisnis Baja Krakatau Steel, Jokowi Akan Terbang ke Korsel
Dengan demikian, lanjut Silmy, jelas semua negara pasti akan berkutat serta berkonsentrasi untuk mencari cara bagaimana menanggulangi wabah ini.
Sedangkan dari sisi bisnis secara global sudah pasti ada penurunan frekuensi produksi di dunia industri baja atau apapun itu, karena setiap Pemerintah diberbagai negara lainnya juga menganjurkan warganya untuk bekerja di rumah.