JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui bahwa akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) memang rumit. Oleh sebab itu, guna menghindari adanya warga yang berhak menerima bantuan namun terlewat, Pemprov Jabar memberikan spare 20 persen dari total Bansos.
“Jadi saya menduga, kerumitan kita sekarang memang akurasi data. Sehingga, saya akan mencanangkan 20% dari yang terdata tahap 1 sebagai cadangan,” ujarnya, dalam keterangan Biro Setpres, Sabtu (4/4/2020).
“Jika nanti data masuk kita bagikan, ada warga yang masih complain. Jadi saya kasih spare 20% untuk memastikan tahap 2 mereka yang kelewat. Tapi mereka harus mengajukan argumentasi. Saya akan bikin komite yang memberikan approval terhadap gelombang ke-2 ini,” tambahnya.
Jawa Barat sendiri menganggarkan Rp16 triliun untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 di Jawa Barat. Hal ini pun disampaikan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Saya sampaikan lagi anggaran dari Jawa Barat untuk mengatasi dampak Covid-19 ini adalah Rp16 triliun sekian, terdiri dari Rp3,2 triliun (untuk bantuan sosial) dibagikan secepatnya minggu depan jika lancar, dan tiga belas triliun untuk proyek-proyek padat karya,” ungkapnya.