JAKARTA - Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 700 ribu orang kehilangan pekerjaannya pada Maret 2020. Tingkat pengangguran pun naik 4,4% atau semakin meningkat dari bulan sebelumnya 3,5%.
Kenaikan ini merupakan yang terbesar dalam satu bulan sejak Januari 1975. Demikian dilansir dari VOA Indonesia, Sabtu (4/4/2020).
Menurut prediksi banyak ekonom, situasi ini merupakan awal dari jatuhnya pasar tenaga kerja yang dipicu oleh pandemi virus corona.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat 3 April tidak sepenuhnya mencerminkan jutaan orang yang mengklaim tunjangan pengangguran yang diajukan dalam dua pekan terakhir Maret karena pandemi ini.
Baca Juga: Virus Corona Berdampak pada 701 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan di AS
Kantor Anggaran Kongres yang nonpartisan memprediksi bahwa tingkat pengangguran pada akhirnya akan naik di atas 10% dan bahwa Produk Domestik Bruto akan menyusut tujuh persen pada kuartal kedua, sementara COVID-19 terus menggangu sektor usaha dan kehidupan jutaan orang.
Laporan ketenagakerjaan pada bulan April, yang dijadwalkan akan dirilis pada 8 Mei, dapat menunjukkan penurunan terbesar tenaga kerja AS dalam satu bulan selama ini.
Jajak pendapat Kaiser Family Foundation mendapati 39 persen warga AS menyatakan telah kehilangan pekerjaan mereka, jam kerja mereka dikurangi, atau dipaksa untuk menerima pengurangan pembayaran karena wabah virus corona.
(Feby Novalius)