JAKARTA - Program kartu prakerja terus menuai kontroversi. Mulai program pelatihan online yang memakan biaya Rp5,6 triliun yang dinilai tidak efektif hingga keterlibatan mitra kerja pelatihan yang dinilai sarat berbau kolusi.
Kini, mencuat lagi soal isi materi pelatihan online yang dinilai tidak terlalu dibutuhkan.
"Materi pelatihan online menurut saya enggak nyambung dengan situasi saat ini," kata pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone di Jakarta.
Ada delapan mitra platform online dalam kartu prakerja ini. Antara lain Tokopedia, Skill Academy (Ruangguru), MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kemnaker dan Pijar Mahir.
Baca juga: Ruangguru Dapat Proyek Program Kartu Pra-Kerja, Direktur Komunikasi: Tak Ada Penunjukan Langsung
Ada 2.000 jenis pelatihan yang ditawarkan oleh para mitra ini. Misalnya, mulai dari "Membuat kroket ayam keju" besutan digagas MauBelajarApa yang dipasang banderol Rp400.000.
Lalu ada pelatihan "Aneka resep jajanan rumahan" dari Sekolahmu dengan biaya Rp150.000, dan "Bisnis jajanan rumahan" dari Pijar Mahir dengan biaya Rp75.000.
Selanjutnya, ada "Cara mudah bisnis kue dan roti dari rumah" dar Pintaria yang dikenakan biaya Rp600.000, serta "Sukses interview, cepat dapat kerja" dari Skill Academy yang dibanderol Rp200.000.
"Apa cocok ada pelatihan di Skill Academy Ruangguru untuk kartu prakerja ojol isinya teknik mengelola stress, kemudian manajemen waktu agar kerja lebih produktif. Ojol itu enggak perlu dikasih pelatihan begitu, soal manajemen waktu dia lebih paham kondisi lapangan daripada yang bikin pelatihan," jelas dia.
"Jadi ini proyek mubazir ya, manfaatnya kecil sekali," ungkap dia.