Materi Pelatihan Kartu Pra-Kerja Dinilai Tidak Nyambung

Fakhri Rezy, Jurnalis
Sabtu 18 April 2020 15:18 WIB
(Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Program kartu prakerja terus menuai kontroversi. Mulai program pelatihan online yang memakan biaya Rp5,6 triliun yang dinilai tidak efektif hingga keterlibatan mitra kerja pelatihan yang dinilai sarat berbau kolusi.

Kini, mencuat lagi soal isi materi pelatihan online yang dinilai tidak terlalu dibutuhkan.

"Materi pelatihan online menurut saya enggak nyambung dengan situasi saat ini," kata pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone di Jakarta.

Ada delapan mitra platform online dalam kartu prakerja ini. Antara lain Tokopedia, Skill Academy (Ruangguru), MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kemnaker dan Pijar Mahir.

 Baca juga: Ruangguru Dapat Proyek Program Kartu Pra-Kerja, Direktur Komunikasi: Tak Ada Penunjukan Langsung


Ada 2.000 jenis pelatihan yang ditawarkan oleh para mitra ini. Misalnya, mulai dari "Membuat kroket ayam keju" besutan digagas MauBelajarApa yang dipasang banderol Rp400.000.

Lalu ada pelatihan "Aneka resep jajanan rumahan" dari Sekolahmu dengan biaya Rp150.000, dan "Bisnis jajanan rumahan" dari Pijar Mahir dengan biaya Rp75.000.

Selanjutnya, ada "Cara mudah bisnis kue dan roti dari rumah" dar Pintaria yang dikenakan biaya Rp600.000, serta "Sukses interview, cepat dapat kerja" dari Skill Academy yang dibanderol Rp200.000.

"Apa cocok ada pelatihan di Skill Academy Ruangguru untuk kartu prakerja ojol isinya teknik mengelola stress, kemudian manajemen waktu agar kerja lebih produktif. Ojol itu enggak perlu dikasih pelatihan begitu, soal manajemen waktu dia lebih paham kondisi lapangan daripada yang bikin pelatihan," jelas dia.

"Jadi ini proyek mubazir ya, manfaatnya kecil sekali," ungkap dia.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono menambahkan, pelatihan online yang disajikan dalam program kartu prakerja tampaknya bukan solusi bagi masyarakat, termasuk yang menjadi korban PHK.

"Program kartu pra kerja ini memang bagus. Namun, yang dibutuhkan oleh pekerja adalah bantuan langsung tunai maupun sembako yang merupakan kebutuhan utama di saat kondisi ekonomi sulit bukan pelatihan online," ujar dia kepada Okezone.

Dia menjelaskan biaya pelatihan untuk program kartu pekerja sebesar Rp1.000.000 per orang dianggap terlalu besar bagi para pekerja yang kena PHK dan dirumahkan.

 

Pemerintah telah menetapkan anggaran kartu pra-kerja ini Rp20 triliun, di mana Rp5,6 triliun di antaranya merupakan alokasi untuk pelatihan online.

Peserta akan mendapatkan biaya pelatihan Rp1 juta untuk pelatihan online. Yakni, dengan memilih satu atau beberapa pelatihan dari 2.000 pelatihan yang ditawarkan oleh delapan mitra tadi.

"Dan hal tersebut hanya akan menguntungkan mitra program kartu pra-kerja," ungkap Kahar.

Sambil pelatihan, peserta akan mendapatkan manfaat dalam bentuk insentif bantuan dana Rp600.000 per bulan untuk 4 bulan dan survei Rp50.000 untuk 3 kali survei.

Program kartu prakerja sendiri akan menyasar 6 juta peserta pada tahun ini. Rinciannya, sebanyak 400.000 peserta akan ditangani oleh BPJS-Tenaga Kerja (BPJS-TK).

Lalu, sebanyak 5,6 juta peserta untuk korban PHK dan sektor informal yang kesulitan tidak kerja karena covid-19 yang akan dibantu oleh program kartu pra-kerja.

Program Kartu Prakerja diciptakan untuk pengembangan potensi kerja. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi orang yang terkena PHK atau dirumahkan akibat pandemi virus corona.

Sejak dimulai dibukanya pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu 11 April 2020 hingga Kamis 16 April, tercatat sebanyak 2.780.026 peserta akan mengikuti program perdana kartu pra-kerja ini.

Selama enam hari masa pendaftaran gelombang pertama, tercatat ada 5.965.048 user. Kemudian telah dilakukan verifikasi email tercatat ada 4.428.669 user.

Selanjutnya, disisir lagi berdasarkan NIK, dan tercatat sebanyak 3.294.190 user. Kemudian diproses lagi dengan data yang ada dari kementerian maka yang telah memasuki join batch 2.078.026 user.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya