JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 mencapai 2,97%. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan kuartal I-2019 yang mencapai 5,07% secara year on year (yoy).
Sementara, dalam quartal to quartal (qnq) pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 tumbuh minus 2,41% dibanding kuartal I-2019 yang sebesar minus 0,52%. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020.
Baca Juga: Melambat, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 2,97% pada Kuartal I-2020
Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,84% sementara konsumsi pemerintah tumbuh 3,74%. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun cukup dalam yakni hanya 1,7%.
Kecuk merincikan, dari sisi konsumsi pemerintah tumbuh 3,74%. Posisi ini memang melambat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 5,22%. Pertumbuhan ini terjadi karena beberapa hal, karena adanya pertubuhan realisasi belanja bansos, pertumbuhan untuk belanja pegawai, dengan catatan pertumbuhan belanja pegawai terjadi alamiah karena kenaikan pangkat dan golongan. Sebaliknya, untuk belanja barang karena memang sudah putuskan efisiensi, maka belanja barang tw1 2020 kontraksi 6,12%.
Baca Juga: Pulau Jawa Masih Jadi Penikmat 'Kue' Ekonomi Terbesar
“Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 ini yang pertama tetap konsumsi rumah tangga sumbang 1,56%, PMTB tempati posisi kedua 0,56%. Secara umum sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi pengeluaran masih didominasi dua komponen yakni konsumsi rumah tangga dan investasi,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)