Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dirut BRI Ungkap Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang AS-Iran

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |10:42 WIB
Dirut BRI Ungkap Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang AS-Iran
Dirut BRI Ungkap Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang AS-Iran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan raihan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun. Capaian yang tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year) ini diraih di tengah eskalasi risiko global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu lonjakan harga komoditas, terutama minyak yang berdampak pada tekanan inflasi global di level 3,73 persen.

"Kita melihat pada kuartal pertama tahun 2026 eskalasi risiko global meningkat secara signifikan. Tentunya ini akibat dari terjadinya konflik antara Iran dengan Amerika dan Israel. Angka indeks risiko geopolitik juga meningkat tajam sehingga kondisi ini berdampak langsung pada harga komoditas," ujar Hery dalam konferensi pers kinerja triwulan I BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Meskipun dunia dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter, Hery menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid. Hal ini didukung oleh Indeks Keyakinan Konsumen yang terjaga di atas 125 serta aktivitas manufaktur (PMI) yang tetap di level ekspansif (di atas 50).

Karakteristik Indonesia sebagai produsen energi dan eksportir komoditas bersih (net commodity exporter) menjadi tameng utama. 

Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang mencapai Rp815 triliun (tumbuh 31,4 persen) pada kuartal I menjadi motor penggerak aktivitas domestik.

"Di tengah dinamika global yang masih diwarnai tekanan geopolitik ini, ekonomi Indonesia relatif menunjukkan ketahanan yang cukup terjaga. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif solid dibandingkan dengan sejumlah negara lain," kata Hery.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement