Investor dari negara-negara asing merupakan pemegang utang AS yang signifikan. Jepang, China, dan Inggris berada di urutan teratas pada Februari.
Ketegangan yang meningkat antara AS dan China selama beberapa tahun terakhit telah memperbaharui pengawasan terhadap posisi utang Amerika.
Menurut Washington Post pekan lalu, pejabat administrasi Trump telah membahas pembatalan kewajiban utang ke China, tetapi Presiden AS Donald Trump dilaporkan meremehkan idenya, dengan mengatakan "Anda mulai bermain permainan itu dan itu sulit".
Alan Blinder, seorang profesor ekonomi dan urusan publik di Universitas Princeton, mengatakan bahwa berlanjutnya suku bunga rendah menunjukkan selera investor untuk utang AS tetap bertahan. Hal ini memungkinkan utang AS terus bertambah.
"Sejauh ini, jawabannya semuanya baik-baik saja, seperti seberapa banyak utang yang bisa dilakukan pemerintah Amerika Serikat sebelum investor mulai merasa kenyang dengan utang AS," katanya.
"Tapi ada pertanyaan yang sah."
(Dani Jumadil Akhir)