Sebelumnya, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengusulkan supaya Bank Indonesia (BI) mencetak uang sebanyak Rp4.000 triliun. Langkah ini dinilai bisa selamatkan persoalan ekonomi karena dampak Covid-19.
"Uang tersebut tidak hanya digunakan untuk memberi stimulus pada mereka yang kehilangan pendapatan, tapi juga untuk restrukturisasi penyelamatan sektor riil dan UMKM," ujar Gita.
Menteri Perdagangan periode 2011-2014 ini menekankan kebijakan pencetakan uang tersebut tidak akan menimbulkan inflasi karena uang yang disalurkan ke masyarakat. Hanya untuk menjamin kebutuhan dasar, bukan untuk meningkatkan gaya hidup.
Kekhawatiran lain soal depresiasi Rupiah melemah dihadapan mata uang lain, menurut Gita juga tak perlu. Sebab, banyak negara kini mencetak uang untuk mencukup kebutuhan ekonomi dalam negerinya.
(Fakhri Rezy)