JAKARTA – Indeks dolar AS memperpanjang kenaikan pada perdagangan kemarin di tengah melemahnya euro. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,4% pada 100,1027 pada akhir perdagangan.
Euro berada di bawah tekanan setelah Mahkamah Konstitusi Federal Jerman meminta Bank Sentral Eropa untuk membenarkan program pembelian obligasi besar-besaran dalam waktu tiga bulan.
Baca Juga: Bursa Saham AS Lanjutkan Penguatan
Melansir Xinhua, Kamis (7/5/2020), pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0803 dari USD1,0851 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2344 dari USD1,2450 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6415 dari USD0,6457.