JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih memakai pakem pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 2,3% pada tahun ini di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Untuk skenario terburuknya, pertumbuhan ekonomi bisa minus 0,4%.
Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Bos OJK: Yang Perlu Dipikirkan Bagaimana Masyarakat Bisa Makan
Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja. Angka ini di luar prediksi dari pemerintah dan ekonom.
"Kita masih berjalan gunakan skenario baseline meski kita tahu ini tekanan cukup besar yakni pertumbuhan ekonomi 2,3% dan kalau lebih buruk kontraksi 0,5%," ujar Sri Mulyani dalam tekonferensi seperti dikutip, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Makin Berat, Bisa Minus 0,4%?
Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3% kalau konsumsi tumbuh positif. Namun, motor penggerak pertumbuhan ekonomi ini justru melempem pada kuartal I-2020.
"Konsumsi 2020 kan kita lihat kemarin dari kuartal I sudah menurun di 2,84%. Itu jauh lebih rendah dari 5,07%. Kuartal kedua mungkin akan buruk seperti dilihat kuartal kedua PSBB masif ke berbagai daerah sehingga berbagai belanja outlook akan turun signifikan," katanya.
"Kalau pertumbuhan ekonomi kontraksi -0,5% konsumsi sebagian pertumbuhan hampir 0%. Kita punya 3 kuartal. Kalau kuaral II mersoot, kita harap kuartal III dan IV agak sedikit pulih," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)