Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3% kalau konsumsi tumbuh positif. Namun, motor penggerak pertumbuhan ekonomi ini justru melempem pada kuartal I-2020.
"Konsumsi 2020 kan kita lihat kemarin dari kuartal I sudah menurun di 2,84%. Itu jauh lebih rendah dari 5,07%. Kuartal kedua mungkin akan buruk seperti dilihat kuartal kedua PSBB masif ke berbagai daerah sehingga berbagai belanja outlook akan turun signifikan," katanya.
"Kalau pertumbuhan ekonomi kontraksi -0,5% konsumsi sebagian pertumbuhan hampir 0%. Kita punya 3 kuartal. Kalau kuaral II mersoot, kita harap kuartal III dan IV agak sedikit pulih," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)