JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Bank sentral tak menampik bahwa intervensi di pasar valas terus ditingkatkan.
“BI terus tingkatkan intensitas kebijakan intervensi, baik spot, DDF pembelian SBN pasar sekunder,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi, Senin (11/5/2020).
Baca Juga: Serangan Virus Corona, Rupiah Melemah 15,8%
Perry menjelaskan, kebijakan intervensi BI didukung oleh cadangan devisa yang masih mencukupi. Selain itu, BI juga menjalin kerjasama bilateral swap dan repo line dengan beberapa bank sentral.