Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar pada 5 tahun terakhir meskipun tidak selalu menjadi yang teratas, menunjukkan potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11% per tahun.
“Kalau kita merunut data industri makanan, memang kenaikannya tidak sebanyak investasi industri logam dasar. Kenaikan investasi di industri logam dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri” jelas Farah.
Dalam periode 2015 – triwulan I 2020, 5 total realisasi investasi terbesar di sektor sekunder dicapai oleh industri makanan (Rp293,2 triliun); industri logam dasar (Rp266,7 triliun); industri kimia dan farmasi (Rp243,9 triliun); industri mineral non logam (Rp109,3 triliun); dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain (Rp106,4 triliun)
(Dani Jumadil Akhir)