Pemerintah Berencana Tarik Utang Lagi Rp990,1 triliun, Untuk Apa Saja?

Giri Hartomo, Jurnalis
Sabtu 30 Mei 2020 10:02 WIB
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

"Artinya pemerintah mau tiga kali ini ubah defisit, perubahan ketiga. Kami belum dapat penjelasan secara rinci. Harapan kami ya secepatnya. Karena penerbitan Rp990,1 triliun itu kan belum dapat persetujuan DPR," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan draf kajian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke DPR yang, penerbitan utang baru Rp990,1 triliun tersebut dari berbagai skema. Misalnya penarikan utang melalui penerbitan SBN bruto Rp1.521,1 triliun, dikurangi realisasi penerbitan SBN hingga 20 Mei 2020 Rp420,8 dan penurunan Giro Wajib Minimum Rp110,2 triliun.

Berdasarkan draf kajian tersebut juga, outlook pembiayaan mencapai Rp1.633,6 triliun, di mana rinciannya pembiayaan defisit Rp1.028,5 triliun, pembiayaan investasi dan lain-lain Rp178,4 triliun, dan utang jatuh tempo senilai Rp426,6 triliun.

Dari total pembiayaan itu, pemerintah sudah menarik pinjaman sekitar Rp148,0 triliun. Sehingga total penerbitan SBN ditambah SPN atau SPNS jatuh tempo 2020 sebesar Rp35,6 triliun menjadi Rp1.521,1 triliun.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya