Dari Lockdown hingga Penjarahan di AS, Perusahaan Ini Kembali Tutup Toko

Wilda Fajriah, Jurnalis
Senin 01 Juni 2020 14:10 WIB
Apple Cs Tutup Toko (Foto: VOA/AP)
Share :

NEW YORK - Target Corporation dan Walmart mengatakan bahwa mereka menutup seluruh toko-toko di Amerika Serikat karena perusahaan ritel sudah terguncang imbas lockdown karena pandemi virus corona.

Ditambah demonstrasi yang dilakukan oleh warga di banyak kota di Amerika Serikat karena kematian George Floyd yang berujung pada penjarahan toko.

Baca Juga: Amazon Hapus Pesan Rasis yang Terpampang di Beberapa Daftar Produk

Protes berubah menjadi kekerasan di beberapa tempat termasuk New York dan Chicago setelah kematian seorang pria kulit hitam di Minneapolis, George Floyd yang terlihat di video terengah-engah ketika seorang perwira polisi kulit putih menekan leher Floyd dengan menggunakan lutut.

Di Los Angeles, protes menyebabkan penjarahan toko pakaian Alexander McQueen di Rodeo Drive, dan toko Gucci di strip yang dibanggakan ditandai dengan slogan grafiti: "Makanlah orang kaya," menurut laporan seperti dilansir laman Reuters pada Senin (1/6/2020).

Baca Juga: Kerusuhan di AS Picu Kemerosotan Harga Minyak Dunia

Di Grove Shopping Centre di dekatnya, yang menampung 51 toko kelas atas, Nordstrom, Ray Ban, dan Apple dibobol. Nordstrom Inc menutup sementara semua tokonya pada hari Minggu.

"Kami berharap untuk membuka kembali pintu kami sesegera mungkin," kata pernyataan itu. "Kami memiliki dampak pada beberapa dari mereka dan sedang dalam proses menilai kerusakan sehingga kami dapat melanjutkan melayani pelanggan."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya