JAKARTA - Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan, kerusuhan yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Amerika Serikat (AS) merupakan suatu aksi demokrasi yang berlebihan. Menurutnya seharusnya tak perlu sampai seperti itu.
"Penjarahan di Amerika ini merupakan aksi demokrasi yang berlebihan," ujar Tutum saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Seperti diketahui, para pengunjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun oleh seorang polisi bernama Derek Chauvin. Dalam video yang viral tersebut, terlihat Chauvin sedang menginjak leher George menggunakan lututnya.
George sempat diinjak dalam kurun waktu 8 menit dan sempat mengatakan, "Saya tidak bisa bernapas." Ini terjadi beberapa saat sebelum akhirnya meninggal.
Baca juga: Dari Lockdown hingga Penjarahan di AS, Perusahaan Ini Kembali Tutup Toko
Aksi demonstran tersebut berlangsung ricuh. Berakhir pada penjarahan di toko-toko sekitar, pembakaran gedung, hingga penganiayaan terhadap puluhan jurnalis, menurut keterangan beberapa media lokal.
Baca juga: Amazon Hapus Pesan Rasis yang Terpampang di Beberapa Daftar Produk
Tutum melanjutkan, kejadian seperti di Amerika juga bisa terjadi di Indonesia jika situasi dan keamanan berlangsung longgar.
"Semua tergantung situasi dan keamanan," kata Tutum memperingatkan.
(Dyah Ratna Meta Novia)