JAKARTA - Bos perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Merck, Kenneth Frazier ikut bersuara atas kematian tahanan kulit hitam di tangan polisi AS. Apalagi pembunuhan Geroge Floyd menimbulkan unjuk rasa di berbagai negara bagian AS.
CEO Merk Kenneth Frazier mengatakan, apa yang terjadi pada George Floyd oleh komunitas Afrika-Amerika dilihat sebagai peristiwa di mana pria Afrika-Amerika ini diperlakukan sangat tidak manusiawi.
"Pria Afrika-Amerika itu, bisa jadi saya, atau pria Afrika-Amerika lainnya," ujar Frazier.
Baca juga: Bos Perusahaan Farmasi: Uji Klinis Vaksin Butuh Waktu Lama