"Dengan kebijakan normal baru utamanya di sektor pariwisata diharapkan dapat memulihkan permintaan produk pertanian sehingga dapat memperbaiki harga ditingkat petani," tuturnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa panen raya musim tanam pertama sukses untuk mengamankan stok pangan sehingga tidak terjadi gejolak kenaikan harga dan tersendatnya distribusi 11 bahan pokok khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
"Eksport komoditas pertanian juga masih jalan sebesar 12.6 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) memang turun akibat pandemi Covid-19, tapi ini hanya sesaat nanti akan segera naik lagi," harapnya.
Menghadapi fenomena yang terjadi di kalangan para petani ini, Syahrul mengatakan bahwa pihak nya sedang melakukan berbagai upaya, salah satunya melakukan pengendalian dari sisi harga pertanian.
"Pengendalian ini utamanya melalui koordinasi dengan Bulog dan Kemendag," paparnya.