BALIKPAPAN - Pembangunan dan operasional jalan tol Balikpapan –Samarinda seksi 2,3 dan 4 sepanjang 64 km pada 14 Juni 2020 menjadi cikal bakal jaringan interkoneksi jalan tol di Kalimantan.
Pembangunan jalan menjadi instrumen penting dalam pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan terutama Provinsi Kaltim yang pertama kali memiliki jalan tol di pulau Kalimantan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan operasional ini menandai pembangunan jaringan jalan tol berikutnya.
Baca juga: Jagorawi, Jalan Tol Tertua di Indonesia
“Kami di badan jalan tol sedang melakukan perencanaan pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang, eksisting Balikpapan menuju ke IKN. Kita sudah instruksi kan rapat-rapat BUJT Balikpapan-Samarinda melakukan kajian jalan tol ini menuju ke sana. Jadi kita punya rencana besar untuk mengembangkan pembangunan jaringan tol di Kalimantan,” ujarnya dalam video konferensi bersama media terkait rencana operasional tol Balikpapan-Samarinda, Rabu (10/6/2020).
Akses tol ini diharapkan bisa memacu pembangunan daerah terutama Kaltim dan Kalimantan. Apalagi Kaltim selama ini dikenal mengandalkan migas, batu bara dan kelapa sawit. Situasi saat ini betul-betul membutuhkan pertumbuhan baru dari sektor industri hilir non minyak termasuk sektor perdagangan, industri dan jasa.
Baca juga: Pemeliharaan Jalan Tol Jagorawi Kembali Dilanjutkan, Cek Lokasinya!
“Jalan tol ini bukan tujuan akhir. Ini instrumen untuk mendorong pembangunan daerah. Misalnya dari kawasan industri Kariangau, Semayang, pelabuhan Samarinda, kawasan industri di Samarinda betul-betul bisa terhubung terkoneksi dengan jaringan tol sehingga tidak hanya fasilitas orang tapi pergerakan menumbuhkan ekonomi Kaltim seperti sektor jasa dan industri, perdagangan bisa dikembangkan dengan adanya jalan tol ini,” jelasnya.
Sedangkan untuk Perencanaan Tol Samarinda -Bontang saat ini masih proses amdal. diperkirakan pada 2021 atau 2022 sudah dilakukan inisiasi lelang proyek tol tersebut.
Dirut Jasamarga Balikpapan Samarinda, STH Saragi membenarkan hal itu. Dia berharap ini menjadi cikal bakal jalan tol trans Kalimantan.
“Kita harapkan ini cikal bakal jalan tol di Kalimantan dan kemungkinan bisa jadi trans Kalimantan atau jaringan tol di Kalimantan. BUJT ditugaskan melalui bina marga dan BUJT membangun jalan ke IKN,” katanya.
“Kami sudah ditugasi BPJT sepanjang 17 kilometer. Itu awal dari seksi 2 KM 38 menuju IKN. Sampai saat ini mulai buat FS dengan kantor pusat dan divisi engineering planning mudah-mudahan dalam beberapa bulan selesai FS,” ujarnya.
Baca Juga: Mulai 6 Juni, Tarif Tol Pandaan-Malang Seksi V Pakis-Malang Resmi Berlaku
Sementara, untuk Tol Balikpapan –Samarinda seksi1 dan 5 hingga kini masih dalam proses penyelesaian kurang lebih 33 km. Saragi menyebutkan progres jalan tol seksi 1 dan 5 sudah mencapai 90 persen. Pihaknya masih menyelesaikan sebagian kecil konstruksi. Seksi 1 masih dalam penyelesaian pengaspalan sejauh 200 meter, penguatan tanah samping badan jalan. Sedangkan seksi 5 perbaikan box culvert.
“Bulan Juli kelar untuk seksi 1 dan seksi 5 bulan berikutnya,” ucapnya.
Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,99 km dibangun dengan menelan investasi Rp12 triliun baik dari dana APBD provinsi Kaltim, APBN, pinjaman Luar Negeri dan Investasi dalam negeri. lalu lintas harian pada awalnya mencapai 10 ribu lebih namun kini angka stabil 4000-5000 kendaraan per harinya.
Tol ini telah diresmikan Presiden Jokowi pada Desember 2019 lalu dan telah keluarkan SK Menteri PUPR nomor 534 tanggal 29 Mei lalu mengenai operasional dan besaran tarif tol untuk golongan 1 Rp75 ribu hingga golongan V Rp176 ribu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)