JAKARTA – Pandemi covid-19 menekan seluruh sektor industri di tanah air. Namun, tidak untuk sektor pangan. Ternyata, sektor pangan masih tetap tumbuh di tengah masa pandemi covid-19.
Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI)Mohammad Jafar Hafsah mengatakan, peranan sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar. Kontribusinya bisa mencapai 12%.
Baca juga: Petani di Asia Rambah Pasar Digital untuk Jual Hasil Panen
“Tapi kalau bicara agribisnis pangan itu kontribusinya bisa 22% karena industri pangan yang paling memungkinkan berjalan dengan baik di masa corona,” kata dia dalam diskusi online, Kamis (11/6/2020).
Menurutnya, sektor pangan bisa menjadi penyangga ekonomi. Sebab selama masa pandemi sektor manufaktur mengalami tekanan berat. Hal ini terlihat dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun pada April 2020 hingga menyentuh angka 27,5. Penurunan PMI disebabkan karena pandemi Covid-19 mempengaruhi permintaan konsumsi domestik.
Baca juga: Petani Mawar Alami Kerugian selama Pandemi Covid-19
“Industri pangan adalah penyangga karena selain untuk konsumsi pangan juga bahan baku industri,” kata dia.
“Karena manufaktur tidak bisa produksi dengan baik oleh karena itu semakin kuat pilihan yang paling tepat pangan yang harus dibangun,” imbuhnya.
Di sisi lain, ekpor pangan pun bisa bertahan di masa pandemi. Menurutnya, di dalam masa sulit seperti ini justru ekspor pangan yang bisa jalan, sementara ekspor lain sedikit macet.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)