"Tekanan di pos beban pokok pendapatan dan beban bunga menjadi salah satu sebab tergerusnya laba TINS. Upaya efisiensi yang dilakukan seiring meningkatnya produksi tidak dapat mengimbangi kecepatan turunnya harga logam timah dunia," tulis keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).
Baca juga: PT Timah Rombak Direksi dan Komisaris, Alfan Baharuddin Jadi Komut
Tercatat beban pokok pendapatan sebesar Rp18,16 triliun atau naik 82,69% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp9,92 triliun. Sementara kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp15,1 triliun atau mengalami peningkatan 66,48% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp9,07 triliun.
Di sisi lain, pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp5,28 triliun atau turun 13,98% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp6,14 triliun. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp20,36 triliun atau naik 33,71% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat senilai Rp15,22 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)