JAKARTA - Kementarian Pertanian (Kementan) melihat potensial tinggi dari kacang tanah. Terutama kacang tanah Lurik asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kacang tanah Lurik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pasalnya telah menembus pasar Eropa. Di mana, Kacang tanah jenis lurik organik dikembangkan oleh sejumlah petani di Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT)
Baca juga: 165.000 Ha Lahan Siap Disulap Jadi Lumbung Pangan Baru RI
Mengutip Instagram Kementan, Jakarta, Jumat (12/6/2020), kacang tanah ini lokal organik merupakan kacang tanah dengan warna kulit dalam cokelat polos seperti kacang tanah pada umumnya. Kacang ini dipasarkan ke mancanegara dengan kualitas mentah.
Kacang ini 100% organik. Apalagi bebas dari kontaminasi mikrobiologi dan bebas dari aflatoksin.
Salah satu keunggulan dari tanah di NTT dibandingkan wilayah lain, adalah dapat menghasilkan kacang yang bebas dari aflatoksin. Kacang lurik organik dan kacang lokal organik merupakan makanan yang kaya akan nutrisi alami seperti protein dan vitamin E.
Baca juga: 3 Sektor yang Paling Terdampak Virus Corona
Kualitas kacang lurik organik asal TTU ini memiliki kualitas sangat bagus. Sehingga disukai pasar di Eropa khususnya di Jerman.
Bukan hanya itu, bahkan pasar Amerika Serikat pun sudah meminta untuk segera diekspor. Namun stok yang tersedia saat ini masih terbatas.
(Fakhri Rezy)