“Jadi kondisi apakah semester dua atau kuartal III dan kuartal IV, apakah kita sudah bisa pulih, sudah tertuang dalam postur APBN yang baru,” jelasnya.
Baca Juga: Fakta Menarik Cegah Resesi, Ekonomi Tidak Minus
Oleh karena itu lanjut Sri Mulyani, pemerintah telah menyiapkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan covid-19 untuk mendorong perekonomian. Secara total, biaya yang dianggarkan Kementerian Keuangan untuk penanganan covid-19 mencapai Rp695,2 triliun.
Angka tersebut naik dari usulan semula, yakni Rp405,1 triliun. Nantinya biaya penanganan covid-19 mengubah struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara drastis.
"Artinya keuangan negara akan mengalami tekanan yang sanga berat," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)