Begini Cara Mengelola Uang Pesangon PHK agar Bisa Bertahan Hidup

Giri Hartomo, Jurnalis
Sabtu 11 Juli 2020 19:05 WIB
Dompet (reuters)
Share :

JAKARTA - Pandemi virus Corona membuat banyak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Mengingat, perusahaan mencoba untuk menyeimbangkan cash flownya imbas pandemi virus Corona.

Bagi masyarakat yang sudah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pengelolaan uang menjadi hal yang sangat penting. Karena jika tak dikelola dengan baik, maka uang pesangon akan habis sebelum mendapatkan pekerjaan kembali.

 Baca juga: Di-PHK Dapat Pesangon, Baiknya Investasi Emas atau Pegang Cash?

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dalam mengelola keuangan, maka harus mulai menghitung dan mengatur pengeluaran. Jika sudah terkena PHK, maka harus mulai mengerem pengeluaran yang tidak penting.

"Mau enggak mau harus bikin itung-itungan lagi pengeluarannya apa saja," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (11/7/2020).

 Baca juga: Jangan Bawa Kartu Kredit, Dijamin Enggak Boros Waktu ke Mall

Menurut Andi, pengeluaran harus difokuskan kepada kebutuhan sehari-hari dan juga prioritas. Misalnya saja, dalam hal cicilan rumah maupun kendaraan yang harus didahulukan.

Jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, kebutuhan sang buah hati juga harus menjadi prioritas. Misalnya saja biaya pendidikan untuk anak dan juga turunannya.

"Prioritasnya itu kan misalnya untuk mereka punya cicilan KPR cicilan kendaraan terus sekarang juga lagi musim penerimaan siswa baru lagi harus daftarin anaknya sekolah prioritas-prioritas utama disitu untuk pengeluaran," jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan sehari-hari untuk makan, juga harus menjadi prioritas. Meskipun secara jumlah, masih bisa ditekan lebih kecil lagi agar tidak terlalu banyak anggaran yang keluar.

 Baca juga: Tak Pergi ke Mal Salah Satu Cara Berhemat

"Nah di sisi lain, kaya makan prioritas juga cuma mungkin jadinya hal hal kaya gitu bisa di adjust dikurangin kualitas ataupun kuantitasnya. Sementara kalau kaya tadi cicilan-cicilan kita tetap prioritas pembayarannya karena enggak bisa dinego kan," jelas Andi.

Sementara itu, untuk kebutuhan sehari-hari seperti Listrik dan air harus menjadi prioritas. Karena menurutnya, air dan listrik tidak bisa di negosiasi sebab jika tak dibayar akan menganggu aktifitas dan produktifitas.

"Kemudian kaya air, listrik berarti harus jadi prioritas, uang sekolah anak atau anak yang masih school from home tetap harus beli kuota. Sedangkan kaya makan kaya gitu hal hal yang masih bisa di adjust," jelasnya.

Andi menambahkan, disamping itu, pengeluaran yang sifatnya untuk bersenang-senang seperti leasure harus mulai distop terlebih dahulu. Karena jika semakin sering mengeluarkan anggaran untuk leasure, maka bisa-bisa dompet akan jebol sebelum mendapatkan pekerjaan.

"Kemudian pengeluaran yang senang-senang me time, mau enggak mau harus distop dulu. Kalau saya memang membahasakannya udah distop yaa bukan dikurangin lagi," jelasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya