JAKARTA - Pemerintah telah meluncurkan RI-GHA Covid-19, yang merupakan alat test cepat atau rapid test terkait Covid-19. Adapun rapid test tersebut merupakan produk buatan Indonesia.
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza mengatakan rapid test buatan lokal ini akan diproduksi sebanyak 200.000 unit pada bulan ini. Sedangkan untuk sampai akhir tahun ditargetkan dapat menembus 1 juta unit.
Baca Juga: Kadis Pengendalian Penduduk Surabaya Meninggal karena Covid-19, Risma: Saya Merasa Kehilangan
"Jadi untuk harga rapid test kit ini kompetitif ketimbang rapid test lainnya yakni hanya Rp75 ribu per tes," ujar dia di BNPB Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Kemudian, lanjut dia, alat rapid test Covid-19 ini mempunyai tingkat akurasi di atas 90%. Pihaknya juga sedang mengembangkan RT-LAMP yang merupakan alat tes dengan akurasi mirip PCR dan dapat menguji 100 sampel liur dalam waktu 1 jam.
"Dan harganya Rp10 juta rupiah per 100 reaksi yang sampelnya diambil dari air liur dan kemudian hasilnya dapat diketahui dalam 1 jam apakah positif atau negatif," jelas dia.
Baca Juga: 273 Pedagang di Pasar Jakarta Positif Corona, Paling Banyak Kramat Jati
Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini Kemenristek melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah memiliki 2 mitra untuk memproduksi rapid test ini. Mereka adalah PT Hepatika Bumi Gora Mataram dan Laboratorium Prodia.
Namun demikian, pihaknya sedang mencari mitra industri tambahan untuk memproduksi rapid test buatan anak dalam negeri ini. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan instruksi agar mengurangi produk impor.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)