JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi virus corona atau Covid-19. Pasalnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Air, bukan saja berkurang, tapi hampir tak ada sama sekali.
"Pariwisata bukan berkurang, tapi nyaris nol," kata Wishnutama dalam Manajer Forum MNC Group XL VIII secara virtual, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Kunjungan Wisata Indonesia Nyaris Anjlok 100%
Dia menjelaskan, pada tahun 2019 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dari luar negeri sebanyak 16 juta pengunjung. Mereka memberikan devisa kepada negara sebesar USD20 miliar.
"Bisa berpotensi hilang. Ini mempunyai dampak perekonomian yang luar biasa," ujarnya.
Tak hanya sektor pariwisata yang terkena dampak, melainkan ekonomi kreatif pun turut mengalami kelesuan penjualan. Dirinya pernah berkunjung ke salah satu pasar di Bali yang menjual kerajinan tangan dan para pedagang mengeluhkan tak adanya pemasukan akibat tidak ada wisatawan yang berkunjung.
Baca Juga: Perjalanan Dinas PNS untuk Bangkitkan Pariwisata, Luhut: Jangan Dikritik
"Ekonomi kreatif tentunya pasti terdampak. Saya ke pasar di Bali, yang jual berbagai macam kerajinan tangan, zero sales," kata dia.
Dia menambahkan, usaha menengah ke atas pun juga terdampak akibat pandemi ini. Di mana ada salah satu hotel di Nusa Dua, Bali yang biasanya terisi ratusan kamar setiap harinya, kini hanya 3 kamar.
"Saya juga kunjungi hotel di Nusa Dua. Hotel sebesar itu kamarnya hanya tiga yang terpakai. Dengan operasional hotel yang besar," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)