JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan defisit APBN melebar ke posisi Rp1.039,2 triliun. Besaran tersebut menjadi 6,34% dari Produk Domestik Druto (PDB).
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, dalam menambal defisit yang melebar ini pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) dengan nilai Rp900,4 triliun.
Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Fakta Utang Pemerintah yang Membengkak, Apa Itu?
"Kami telah menerbitkan SBN pada semester I kurang lebih Rp630 triliun, jadi sisanya itu pada semester II harus menerbitkan Rp900,4 triliun," ujar Luky Jumat (24/7/2020).