Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp7.784,4 Triliun di April 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2026 |13:32 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp7.784,4 Triliun di April 2026
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp7.784,4 Triliun di April 2026 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,4 triliun pada April 2026. 

ULN ini tumbuh 1,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy). ULN ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0%

"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurut Denny, posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada April 2026 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD216,4 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 3,8 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,5 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,5 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen).

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement