JAKARTA - Pemerintah harus menerapkan strategi baru dalam mencegah pertumbuhan ekonomi agar tidak resesi pada kuartal ketiga dan keempat 2020. Hal ini seiring pertumbuhan ekonomi pada kuartal II mengalami kontraksi minus 5,32%.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Didik J Rachbini menyarankan agar pemerintah mencontek negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di China dan Vietnam.
"Kita lihat ekonomi Vietnam dan China karena kedua negara itu lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini," ujar Didik dalam diskusi virtual, Kamis (6/8/2020).
Baca Juga: Indonesia Dinyatakan Resesi, Jika....
Dia melanjutkan pembaruan (update) data masyarakat miskin dan rentan serta distribusi bansos yang tepat sasaran menjadi syarat (necessary condition) dari pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi.
"Pemerintah pusat perlu bekerjasama dan berbagi peran dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota supaya tidak terjadi tumpeng tindih pembangian bansos," katanya.
Baca Juga: Jika Indonesia Resesi, Ini Kondisi yang Akan Dialami Masyarakat
Dia menambahkan peningkatan kapasitas testing PCR per hari dan penyiapan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19 (khususnya ruang isolasi dan ventilator) perlu diakselerasi.
"Kapasitas testing PCR Indonesia perlu ditingkatkan agar yang terinfeksi bisa dilakukan," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)