6 Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 5,32%, Terburuk Sejak 1999

Fakhri Rezy, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2020 07:16 WIB
Grafik ekonomi (Shutterstock)
Share :

4. Keberuntungan Dinilai Masih Berpihak di Kuartal II-2020

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ailrangga Hartarto, pertumbuhan negatif ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Di mana pada seluruh negara dunia juga mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, bahkan lebih dalam daripada yang terjadi di Indonesia.

"Jadi, Indonesia masih relatif tidak sedalam negara yang lain. Akan tetapi kita berharap ada efek perbaikan daripada perekonomian global melalui baik itu China maupun negara lain yang recover terlebih dahulu," ujar dia.

apabila dibandingkan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, pertumbuhan ekonominya terkontraksi jauh lebih dalam yakni mencapai minus 9,5%. Lalu Jerman, Uni Eropa dan Prancis masing-masing mengalami kontraksi sebesar minus 11,7%, minus 15,0%, dan minus 19,0% pada kuartal II-2020.

5. Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Jauh Lebih Rendah

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,19% (qtq). Dan pada kuartal kedua 2019 minus hingga 5,32%.

"Ini jauh lebih rendah dibanding kan tahun lalu dimana mencatat pertumbuhan ekonomi 2,97%, sedangkan pada kuartal II yaitu 5,02% di 2019," kata Sri Mulyani.

6. Presiden Jokowi Angkat Bicara

Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua yang terkontraksi hingga minus 5,32%. Terkait hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa sektor pariwisata dan penerbangan terdampak paling dalam.

“Dan saya melihat sektor yang terdampak, terkontraksi sangat dalam yaitu di sektor pariwisata dan sektor penerbangan,” ungkapnya.

Jokowi mengatakan untuk jumlah turis mancanegara yang datang ke Indonesia penurunannya mencapai lebih dari 80%.

“Angka yang saya peroleh di triwulan yang kedua tahun 2020 wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 482 ribu. Dan ini turun 81% untuk quarter to quarter . Turun 87% untuk year on year. Memang turunnya terkontraksi sangat dalam,” ungkapnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya