JAKARTA - Menjelang akhir tahun biasanya individu sudah menyiapkan rencana untuk liburan. Namun, tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya lantaran adanya Pandemi Covid-19.
Memutuskan untuk berpergian boleh saja, asalkan tuntutan biaya dan kehidupan sudah terpenuhi. Dan jangan memaksakan kondisi bila tidak bisa berlibur. Demikian yang dijelaskan Perencana Keuangan Mohamad Andoko. Dirinya mengatakan bahwa memang seharusnya dana untuk berlibur sudah dipersiapkan terlebih dahulu.
"Kalau untuk dana liburan, dibudgetkan 10% dari gaji tahunan," papar Mohamad saat dihubungi oleh Okezone, Sabtu (22/8/2020).
Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja
Alokasi sebesar 10% dapat digunakan untuk biaya liburan satu kali pergi atau untuk beberapa kali. Tergantung keinginan dari individu masing-masing.
Namun dalam kondisi saat ini, dirinya mengatakan bahwa liburan memang bukan jadi hal prioritas. Alangkah lebih baik jika dana yang dimiliki saat ini disimpan untuk keperluan saat ini atau ditabung sebagai dana tambahan untuk berlibur di tahun berikutnya.
Selain itu dirinya menyampaikan bahwa individu tidak perlu memaksakan diri untuk berlibur jika masih banyak dana atau keperluan yang belum terpenuhi. Liburan boleh saja, asalkan kebutuhan lain sudah terpenuhi.
Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu
"Liburan bisa saja, asalkan segala jenis kebutuhan sudah selesai dipenuhi," jelas Mohamad.
Bagi Mohamad dalam dana liburan tidak ada budget ideal, hanya saja memang dipatok sebesar 10% dari gaji. Sebab, liburan dijalankan berdasarkan keinginan. Semua itu tergantung pada diri masing-masing yang menginginkan jenis transportasi, hotel hingga jenis liburan seperti apa.
"Harus budget sendiri untuk senang-senang, karena kan liburan juga untuk refreshing dari pekerjaan," ucap Mohamad.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)