"5,32% ini harus menjadi pemacu untuk menghindarkan pemburukan konidisi ekonomi dan kita terus menggulirkan pemulihan ekonomi yang mana langkah penganan sektor kesehatan bantuan sosial maupun usaha kecil menengah dan daerah dan dunia usaha," katanya.
Baca Juga: Throwback 22 Tahun Lalu, Cerita Sri Mulyani Bertemu Jokowi saat Krisis Ekonomi 1998
Mantan anggota Bank Dunia ini mengakui upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi saat ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat berbagai sektor lapangan usaha maupun kelompok pengeluaran mengalami kontraksi yang dalam.
"Kita mendorong percepatan stimulus maupun insentif yang sudah direncanakan agar berdampak kepada masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)