Antam Targetkan Jual 18 Ton Emas di 2020

Oktiani Endarwati, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2020 20:47 WIB
Emas Antam (Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Persero) (ANTM) menargetkan penjualan emas sebesar 18 ton di tahun 2020. Perusahaan fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik seiring dengan tumbuhnya kesadaran berinvestasi emas di tengah tren kenaikan harga emas dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

Direktur Niaga Antam Aprilandi Hidayat Setia mengatakan, Antam memiliki tambang yang bisa memproduksi sekitar 2 ton per tahun. Namun untuk penjualan tahun ini ditargetkan mencapai 18 ton.

 Baca juga: Kabar 68 Karyawan Antam Positif Covid-19 Hoaks

"Memang pelanggan sudah mulai bisa melihat emas ini bisa jadi alat investasi 'safe heaven' sehingga peluangnya besar," ujarnya dalam konferensi pers Public Expose Live 2020, Kamis (27/8/2020).

Emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 69% terhadap total penjualan Antam dengan nilai penjualan sebesar Rp6,41 triliun. Tercatat, hingga semester I-2020 segmen operasi Logam Mulia dan Permurnian mencatatkan laba usaha sebesar Rp495,16 miliar dengan tingkat penjualan emas mencapai 7,9 ton emas.

 Baca juga: India Lockdown, Antam Sasar Pasar Eropa

Meski emas menjadi komoditas primadona di masa pandemi Covid-19, Antam melakukan revisi target untuk produksi komoditas feronikel, biji nikel, dan bauksit. April menuturkan, untuk feronikel perusahaan menargetkan produksi di angka 27.000 ton. Penjualan feronikel menjadi strategi bagi perusahaan menyusul larangan ekspor biji nikel ekspor.

"Di awal tahun kami belum menargetkan secara riil tetapi dengan kondisi yang ada sekarang, kami mencoba melakukan penjualan biji nikel karena didukung harga patokan mineral yang sudah dikeluarkan pemerintah," tuturnya.

 Baca juga: Tahun Depan, Pabrik Feronikel Antam Beroperasi

Sementara untuk biji bauksit, Antam menargetkan ekspor sekitar 1,2 juta ton hingga akhir tahun. Dia melanjutkan, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel, perusahaan optimis untuk dapat meningkatkan marjin keuntungan dari segmen operasi nikel pada tahun 2020.

"Ini didukung upaya kami untuk meningkatkan daya saing usaha melalui implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal," ungkapnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya