JAKARTA - Penutupan pasar saham pada Jumat 31 Juli 2020 menunjukkan Apple tercatat sebagai perusahaan publik dengan saham paling strong alias kuat di dunia. Perusahaan produsen smartphone itu terhitung mempunyai nilai saham sebesar USD1,84 triliun.
Merangkum beberapa artikel Okezone, Jakarta, Minggu (30/8/2020), kenaikan itu menandakan bahwa saham Apple melampaui perusahaan minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco. Kini, nilai saham milik Aramco tercatat hanya USD 1,76 triliun.
Baca juga: Saham Apple Paling Strong, Berhasil Kalahkan Saudi Aramco
Naiknya harga saham Apple didorong pendapatan kuartalan. Selain itu Apple mengumumkan akan stock split.
Sebelumnya, Saudi Aramco resmi melepaskan sahamnya ke publik dan menjadikan perusahaan tersebut sebagai raksasa minyak pada Selasa 19 November 2019. Valuasi Aramco bernilai USD1,7 triliun setara Rp23,8 kuadriliun atau Rp23.800 triliun (kurs Rp14.036).
Baca juga: Kalahkan Apple, Saudi Aramco Jadi Perusahaan Termahal di Dunia
Pihak Saudi Aramco mengatakan tujuannya untuk menjual saham hanya sekitar 1,5% dari 200 miliar sahamnya dalam privatisasi parsial untuk masing-masing antara 30 riyal ( USD8 atau Rp112.000) dan 32 riyal (USD8,53 atau Rp119.000).
IPO ini membuat Aramco menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia. Di mana sahamnya bernilai antara 6 triliun riyal (USD1,6 triliun atau Rp22.000 triliun) dan 6,4 triliun riyal (USD1,7 triliun atau Rp23 ribu triliun). Dengan nilai super fantastis itu, Saudi Aramco menjadi perusahaan paling kaya, mengalahkan Apple.
Saudi Aramco menjual sahamnya pertama kali sebagai bagian dari rencana diversifikasi ekonomi yang bertujuan untuk menghentikan monopoli kerajaan dari minyak.
Aramco memiliki cadangan minyak yang besar dan hasil harian yang besar pula. Perusahaan ini memegang monopoli di Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia. Itu menghasilkan USD111 miliar laba pada tahun 2018, dan telah berjanji untuk membayar dividen tahunan sebesar USD75 miliar hingga 2024.
(Fakhri Rezy)