Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai, perekonomian Indonesia tetal kembali mengalami kontraksi pada kuartal-III tahun ini. Diproyeksi, pertumbuhan ekonomi kembali minus seperti kuartal II, yaitu 2%.
Faisal menyebut, bila dibandingkan dengan kuartal II yang terkontraksi sebesar minus 5,32%, sehingga kuartal-III menunjukkan adanya perbaikan perekonomian.
"Prediksi kami (kuartal-III 2020) minus 2%. Jika dibandingkan sudah lebih ringan. Kalau kita lihat kuartal III sudah lebih baik. Yang perlu dihindari adalah trennya memburuk," kata Faisal.
(Dani Jumadil Akhir)