Ia menunjuk kalau diihat dari angka penjualan, paling tinggi sekarang adalah sektor makanan dan minuman. Kedua adalah urusan pendidikan sekolah. Lalu ketiga, yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, dan di luar dugaan juga penjualan barang barang hobi seperti bunga hias, ikan hias, dan sebagainya, juga menunjukkan tren penjualan yang tinggi. Ini mungkin karena orang sekarang sering ada di rumah dan tidak bisa pelesiran, sehingga banyak yang mengisi waktunya dengan kegiatan hobi.
MenkopUKM Teten menambahkan, khusus NTB, Bali, atau daerah wisata lainnya yang selama ini cukup besar mengangkat perkonomian daerah, memang saat ini paling terdampak.
"Saya harap bagaimana pelatihan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah, Pusat, dan Kementerian/Lembaga, KemenkopUKM juga diorientasikan untuk membantu UMKM keluar dari masalah krisis ini, kemudian mencari peluang baru di tengah pandemi Covid," pinta Teten.
Oleh karena itu, MenkopUKM Teten berharap pelatihan yang saat ini dilaksanakan di NTB bisa membantu para pelaku usaha Koperasi dan UMKM untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid dan kalau bisa memanfaatkan peluang sesuai dengan permintaan pasar.
CM
(Yaomi Suhayatmi)