JAKARTA - Konsumsi rumah tangga dan investasi memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adapun, sumbangsih konsumsi rumah tangga sangat besar sekali sekitar 55-58% dan disusul investasi sekitar 30%.
Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B. Hirawan mengatakan, jika pemerintah ingin menjaga pertumbuhan ekonomi, maka yang harus diprioritaskan adalah kedua sektor tersebut.
Baca Juga: Menyedihkan, Kinerja Industri Non Migas Minus 5,7% akibat Covid-19
Dia pun mengaku optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan tumbuh positif atau minimal 0% sejak awal masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, hal ini dilihat dari mulai awal Juni 2020 itu dilakukan PSBB transisi yang membolehkan beberapa kegiatan ekonomi mulai bergerak.
"Namun kalau kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya memang kita tahu bahwa pemerintah punya konsen yang sangat khusus untuk bagaimana meningkatkan kinerja pertumbuhan konsumsi rumah tangga," ujar Fajar dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (8/9/2020).