JAKARTA - Emiten baru PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) siapkan diversifikasi produk kesehatan terbaru di awal tahun 2021.
Saat ini perseroan masih dalam tahap riset produk alat kesehatan bersama Institut Teknologi Bandung. Direncanakan riset produk NIVA (non-invasive vascular anaylzer), alat detektor dini penyakit kardiovaskular, akan rampung pada akhir tahun ini.
"Tahap riset bersama ITB diharapkan rampung pada akhir tahun ini dan awal tahun depan dapat dipasarkan. Untuk kami soal kualitas tidak bisa ditolerir, baik untuk pasar ekspor atau lokal. Ini adalah DNA kami," ujar Direktur Operasional SCNP Shirly Effendy dalam program Market Review di IDX Channel, Jakarta. Rabu (9/9/2020).
Dia mengatakan sebagai perusahaan manufaktur berbasis perusahaan keluarga, perseroan terus melakukan kegiatan ekspor. Meskipun perekonomian global dan nasional sedang diterpa oleh kelesuan dan ancaman resesi akibat pandemi COVID-19.
"Kami terus berdiskusi bersama para supplier bagaimana diversifikasi produk. Selain itu kami juga berinovasi dalam marketing dan meningkatkan engagement dengan klien. Kompetisi pasti selalu ada karena itu relasi dengan konsumen itu krusial," ujarnya.
Selain merambah pasar global secara komersial, SCNP juga telah resmi menjadi perusahaan publik atau emiten di BEI bergabung dalam pasar modal.
SCNP berkomitmen untuk berkembang, bertumbuh semakin sehat dan kuat, dan selalu siap dengan kreasi untuk masa depan. Perseroan melepas sebanyak 500 juta saham ke publik dengan harga Rp110 per lembar saham.
Selain pasar domestik, perseroan juga terus melayani pasar ekspor. Dalam dua tahun terakhir, perseroan gencar melakukan kegiatan ekspor produk air purifier ke negara tujuan ekspor Amerika Serikat. Terkini, pada 19 Agustus 2020, perseroan melakukan ekspor air purifier ke AS untuk peti kemas yang ke-1.120.
Perseroan akan mengantongi dana segar senilai Rp55 miliar. Rencananya sekitar 55% dana segar hasil IPO akan digunakan untuk perluasan gedung pabrik pada area pabrik di Cileungsi termasuk perbaikan infrastruktur jalanan. Perseroan berencana melakukan penambahan jumlah tingkat terhadap gedung yang sudah ada.
Sementara, 10% dana segar hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi operasional saat ini yang meliputi investasi Information Communications Technology atau Teknologi Komunikasi Informasi. 15% untuk pengembangan kegiatan pemasaran, seperti untuk media kendaraan promosi (mobil toko atau moko), display toko, gathering, media social, brand ambassador dan lainnya.
Selain itu, SCNP akan menggunakan sekitar 15% dana IPO sebagai pinjaman kepada anak usaha, yaitu PT Selaras Donlim Indonesia untuk pengembangan bisnis dan modal kerja.
(Dani Jumadil Akhir)